Tuesday, September 27, 2016

Mengenal  Kebudayaan Palembang



Sumber gambar: adrian10fajri.files.wordpress.com

Di Sumetara, Palembang merupakan kota terbesar kedua setelah kota Medan yang pikuk. Seperti diketahui Palembang memiliki kebudayaan campuran antara Melayu dan Jawa sehingga ada beberapa kesamaan bahasa dengan Jawa, sebagai contoh seperti penyebutan buah pisang gedang, sesuai bahasa Jawa juga  menyebut buah pisang gedang.


Kebudayaan Palembang sangat menarik diulik, banyak juga dijadikan tujuan wisata para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Tari-tariannya yang juga ada kesamaan dengan tarian di daerah Jawa, seperti gending Sriwijaya. Di Palembang juga terdapat batik, tapi tentu saja berbeda corak dan warna. Batik Palembang warnanya cenderung lebih menyala atau berwarna, dan coraknya sesuai dengan motif adat Palembang.

Kedatangan para wisatawan lokal dan asing inilah yang juga membuat pertumbuhan penginapan berkembang pesat, diantaranya ada Favehotel Palembang. Hotel berbintang tiga yang berlokasi di jalan Basuki Rahmat. Sekitar 8.5 km dari Bandara Sultan Mahmud Baharrudin II sehingga lokasinya termasuk cukup startegis. Kamu bisa membookingnya secara online melalui situs Traveloka.

Di Palembang sering diadakan pentas budaya yang juga mengundang kedatangan para wisatawan. Selain memang banyak terdapat tempat wisata dan kuliner yang mendunia. Pentas-pentas budaya ini ada beraneka macam dan termasuk menjadi salah satu objek wisata Kota Palembang yang terkenal. Diantaranya Pentas Budaya Palembang adalah:

Festival Sriwijaya

Festival yang rutin diadakan setiap jatuh pada bulan Juni ini bertujuan untuk memperingati hari jadi kota Palembang. Tentu saja pesta budaya ini sangat meriah dan sarat dengan kebudayaan setempat. Disajikan aneka kuliner tradisional khas Palembang seperti Laksan, Celimpungan, Tempoyak, Kue Maksuba, Martabak Har, Kue Srikayo. Juga dimeriahkan pawai mengenakan baju daerah, ada pentas tari, theater dan aneka lomba. Kota Palembang dipenuhi warna keemasan dan kemerahan yang mewah. Anda bisa menjadwalkan liburan di bulan Junni untuk menyaksikan festival yang fantastis ini, dan belum tentu anda jumpai di daerah lainnya.

Festival Bidar atau Perahu Hias

Merupakan festival yang paling meriah di Palembang dan digelar rutin setiap memperingati hari kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Festival yang diadakan di sungai musi menggunakan perahu khas Palembang yang berbentuk unik, dihias sangat indah. Sehingga ketika festival berlangsung, sungai Musi seperti lautan warna-warni. Perahu Bidar yang bentuknya panjang sekali berbaris, untuk kemudian saling pacu menuju garis finis. Diiringi sorak-sorai ribuan penonton di pinggir sungai Musi.

Lomba Festival Bidar atau perahu hias lebih dikenal masyarakat lokal dengan sebutan Kenceran. Lomba Bidar atau Kenceran konon memiliki kisah sejarah, dimana dahuulu Kesultanan Palembang membentuk patroli sungai dengan perahu Pancalang yang merupakan cikal perahu Bidar. Untuk mengingat sejarah tersebut maka dibuat lomba untuk perahu Bidar yang yang berlanjut hingga sekarang.

Festival Beduk



Sumber gambar: nasional.republika.co.id

Di Palembang setiap Tahun Baru Hijriah diadakan festival Beduk. Untuk memperingatinya. Festival ini biasanya diramaikan oleh para ormas islam yang ada di Palembang. Festival dilakukan dengan berpawai memukul beduk beramai-ramai sambil bertakbir, irama takbir dari beduk terdengar sangat religius dan mengena di hati.  Pawai pukul beduk ini dilakukan ribuan orang sehingga suasana sungguh membuat takjub. Festival Beduk termasuk wisata religi di Palembang yang banyak diminati dan ditunggu-tunggu kaum  muslim.

Festival-festival di atas sudah menjadi objek wisata kota Palembang, membuat bulan-bulan pada saat festival diadakan dibanjiri Wisatawan lokal dan asing. Favehotel Palembang merupakan hotel yang dekat dengan Masjid Agung, jarak dari hotel sekitar 3.88 km. Jika Festival Beduk sedang berlangsung maka anda dapat menyaksikan kemeriahannya di Masjid Agung. Tidak hanya acara memukul beduk serentak dari ribuan orang yang berpawai, tapi Masjid Agung diisi oleh para penceramahan dari Turki. Riuh reda gema takbir menjadi pengiring suasana.



Sumber gambar: www.traveloka.com

Favehotel Palembang memang menjadi pilihan yang tepat disaat anda berlibur ke Palembang. Selain taripnya ramah di kantong untuk ukuran hotel yang menyediakan fasilitas cukup lengkap, pelayanan yang baik. Tarip perkamar mulai harga Rp. 469.480, dari hotel juga dekat jika anda ingin wisata ke jembatan Ampera yang merupakan salah satu icon kota Palembang.

3 comments:

  1. ada sumber gambar ja, gambarnya kededa gung haha

    ReplyDelete
  2. belum pernah ke palembang, tetapi pernah dapet oleh-oleh khas palembang, yaitu empe-empe. rasa kuah cuka lebih pedas dari yang biasa di banjarmasin.

    ReplyDelete

biasakan budaya komentar
thnks