Wednesday, April 17, 2013

Bamboo Rafting Di Loksado, Kalimantan Selatan

Seminggu yang lalu gue dan rombongan Berwisata ke Loksado. Loksado letaknya dekat Kandangan.

Sebelum berangkat gue ga ada bayangan sama sekali tentang Loksado, yang gue tau dari cerita mulut ke mulut sama searching di internet.

Narsis dulu di desa LokLahung

Yang pengen gue coba di sana Bamboo Rafting, ya itu salah satu daya tarik Loksado selain Air Terjun dan Trekking di Hutannya.

Untuk menginap teman gue Bang Anas telah mengkontak temannya, jadi kita cuma bayar sekitar 30 ribu padahal biasanya lebih mahal dari itu.

Yang namanya murah ya fasilitasnya juga seadanya, jadi disana cuma ada kaya saung gitu. Dengan fasilitas colokan listrik plus sleeping bag. Rupa body gue udah kaya pepesan siap bakar. Sederhana sih tapi disitu lah sensasinya, apalagi buat gue yang terbiasa hidup kismin. Dan ini juga kali pertama gue tidur pake sleeping bag. Anget juga ternyata cuma kurang empuk aja.

Pas datang ga langsung Bamboo Rafting karena ke sore an, jadi kita memutuskan ke perkampungan dayak, jadi mayoritas penduduk Loksado adalah suku dayak.

Balai gan
Cewe cantik di Air terjun

Kita jalan jalan ke kampung Malaris dan disitu banyak banget kayu manis dan beberapa masyarakat yang mengolah kayu manis dari sebuah batang pohon jadi stik stik. Ajib juga bro.

Didaerah gue yang mayoritas islam jarang banget gue liat anjing yang dilepas sama Babi lagi (babi emang ga ada di tempat tinggal gue) , nah di Malaris ini gue liat babi dilepas gitu aja kaya melihara ayam, malah anjing anjing kecilnya unyu banget bikin gemes. Gue jadi ingat anjing bernama "Mojo" di film Transformer.

Tapi sensasi sebenarnya yang bikin gue wah adalah..... Ehem "Cewek Dayak" ehem cantik beud euy, pokoknya gimana gitu bikin dag dig dug.

Sayangnya hanya beberapa yang keluar rumah, jadi ya sedap sedap matanya cuma dikit. Gue sampai pengen tinggal seminggu disana kalo aja gue free kerja ama kuliah.

Selesai melihat lihat cewe cantik saatnya petualangan dimulai. Bamboo rafting time. Menurut kebiasaan waktu yang di habiskan sekitar 2 sampe 2 setengah jam. Jadi untuk ngejar waktu kita start dari jam 8 pagi supaya sekitar jam 11 an paling lama dah selesai.

Seru juga ternyata naik bambu di atas air, pas air tenang kita bisa melihat pemandangan hutan dan pegunungan di kanan- kiri sungai, pas arum deras nah disini sensasi rafting terasa dan pastinya kena cipratan air. Gue paling sebel sama driver rafting kami karena orangnya kaya mabuk gitu ngemudiin ga jelas gitu bahkan temen gue sampe jungkir balik pas si driver ga mengemudikan bambu dengan baik saat nabrak batu. Tapi ya udah lah disitu bagian dari petualangannya.

Koq muka gue cuma setengah

Pulangnya kita di traktir temen backpacker dari Jakarta karena mereka lagi ultah. Buahahaha gratisan memang lebih enak yummmy. Ultah temen dari Jakarta ini terungkap dengan tidak sengaja. Kaya masyarakat modern lainnya kita invite invite tan akun sosial media. Ternyata si Abi langsung menemukan tanggal ultah mereka di akun sosial medianya.

"Ey geblek penulis blog porno, kenapa isi posting loe ga ada foto bamboo raftingnya, lo nge-hoax ya ?"

santai bos gue emang ga ngefoto cuma ngevideo, kalo photo ada sih ama temen gue tapi sampai sekarang belum dikasih dan gue ga minta.


Posted via Blogaway

0 Komentar:

Post a Comment

biasakan budaya komentar
thnks