Sunday, March 13, 2011

GEJOLAK PASAR LOAK

Minggu hari yang tepat buat jalan-jalan sehabis 6 hari penuh bekerja keras (sekolah).Niat awal yang saya rencanakan dengan seorang kawan untuk berburu gameboy,itu loh game yang sering disewain paman cilok zaman saya sd dulu.Sedikit info neh katanya gameboy selain bisa dipake buat maen game jadul,juga bisa buat maen musik.Kalo ga salah namanya 8 bit gitu,cek aja deh ke google untuk lebih lengkapnya.



Nah karena masih berstatus pemuda kere dengan budget pas-pas an maka tempat yg kita sambangi yaitu pasar-pasar loak (bekas).Sasaran pertama adalah sebuah pasar loak.Ternyata pasar loak ini cukup ekstrem loe.Bayangkan untuk memasuki pasar ini saja harus melalui sebuah tangga dengan tumpukkan sampah dan bau-bau an yang tentunya tak sedap dihidung.

Ga sampai disitu.Ke ekstreman lainnya timbul dari penghuni pasar.Entah kenapa muncul rasa takut saya dengan mereka dan sempet juga takut di apa-apa in.Terlebih dengan muka-muka preman.Namun untungnya karena penampilan kami tak menggambarkan orang kaya (ya emang miskin) yang mungkin membuat para preman tak bernafsu menjahati kami.

Pasar terdiri dari beberapa blok,dan batas antara blok terlihat seperti sebuah lorong panjang terutama didaerah lapak yang kosong.Suasananya pun full asap rokok.Terlihat dibeberapa sisi lorong sejumlah tirai ditambah beberapa kursi busa.Entahlah apa yang terjadi dibalik tirai itu karena asli ga ada suara dari situ dan apa maksud dari kursi busa itu.

Sayangnya,mungkin karena hari minggu lapak banyak yang tutup.Hanya ada beberapa yang buka dan kebanyakan juga jual tv bekas ato mesin cuci,ga ada gameboy.Tak ingin berlama-lama kitapun langsung keluar karena semakin ditelusuri suasana makin ga enak dan sepi.

Langsung aja kita keluar dan diluar kita nemu pedagang barang0barang antik lumayan neh buat refrensi entar kalo nyari barang antik.

Intinya dalam perjalanan ini saya tau kalo ada sisi lain dari kota Banjarmasin yang terisolasi dan mungkin pembelajaran bagi saya bahwa didunia ini banyak sesuatu yang masih kita belom tahu sekalipun sesuatu itu tak penting dan terlupakan.

23 comments:

  1. Yang dibalik tirai itu, tukang peedjit lagi mijet pasennya...

    ReplyDelete
  2. @Bang deny:

    selain pijat, apa ada plus-plusnya ya..

    @Agung:

    hmmm, the most terrible place that i ever visited now..
    klayaknya tempat itu bagus untuk wisata moral buat para remaja yang sok merasa gloomy dan metal didunia ini..

    NP: Pray for plagues by Bring Me That "Hairspray"

    ReplyDelete
  3. @Qori Reader Ane dapat gambaran sisi lain kehidupan masyarakat Banjarmasin

    ReplyDelete
  4. @agung, dunia mana yang belum pernah kulihat?... :D

    @Qory, klo mo tau tanya ma agung...

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  6. @ZuXuZ Sory neh cuma ngaseh tahu kalo situ ngejunk coment yg bener dong

    ReplyDelete
  7. hehehe premanmungkin kasihan melihat wajah imut situ brade... wah mania PTC juga nih

    ReplyDelete
  8. Wah, kalau pasar yang kamu gambarkan pada tulisan diatas keadaannya seperti itu, aku juga merasa takut. Secara preman2 itu kadang bertindak mengerikan yang tidak segan2 melakukan kekerasan lho

    ReplyDelete
  9. komen ke2
    ---
    mereka bukan preman, hanya orang kismin yang bermimpi kaya dengan mencopet...

    ReplyDelete
  10. @Lozz Akbar Waduuuh saya dikatain imut

    Iya sob ane maen ptc juga tapi sekarang yg aktif cuma onbux

    ReplyDelete
  11. @CORETAN HIDUP Nah itu yg saya takutkan kalo2 mereka melakukan kekerasan

    ReplyDelete
  12. sering-sering jalan-jalan sobat, ke kampung-kampung kumuh, di sana banyak sekali kebaikan yang akan membuat kita kaya.

    ReplyDelete
  13. @Muhammad A Vip Masalahnya jarang ada yg mau diajak ke tempat seperti itu kalo ke mall aja banyak yg mau apalagi kalo ditraktir

    ReplyDelete
  14. Pasar loak sudah mulai terpinggirkan, bahkan di kota besar jadi "musuh" sehingga harus berpacu dengan kantib he.he..

    ReplyDelete
  15. waaaah dulu aku suka nognkrong di pasar loak
    asiiik
    sambil baca buku gratis

    ReplyDelete
  16. @Sukadi Kalo permasalahannya menurut saya karena gengsi masyarakat yg mulai meningkat sehingga pasar loak dianggap hanya untuk konsimtif masyarakat kelas bawah

    padahal banyak juga loe dipasar loak nyedian barang berkualitas,asal jeli milihnya aja

    ReplyDelete
  17. @attayaya_save Kalo didaerah saya jarang ada pasar loak buku,bahkan saya ga tau tempatnya dimana kalo didaerah situ dimana tempatnya?

    ReplyDelete
  18. ngomong2 tentang pasar loak atau bekas, kegemaran saya adalah berburu buku-buku bekas, sebab sering kali kita menemukan buku2 yang sudah langka dan tidak diterbitkan lagi

    ReplyDelete
  19. @joeWaaaah mantep tuh bisa buat tambahan koleksi situ tinggal didaerah mana?

    ReplyDelete
  20. @Agung Aritanto

    Jeli, siapa tau barang curian ya kali gung..

    SELAMAT.. POST INI MASUK KONTRA MAGZ KATEGORI PENGALAMAN.

    ReplyDelete

biasakan budaya komentar
thnks